Pesantren Darunnajah 2 Cipining Perkuat Literasi Kewirausahaan Santriwati Lewat Kolaborasi Strategis Bersama KOMISI

By Admin


Pesantren Darunnajah 2 Cipining
nusakini.com, Bogor – Dalam upaya mencetak lulusan yang mandiri secara ekonomi dan kompetitif di era digital, Pesantren Darunnajah 2 Cipining sukses menggelar rangkaian agenda Rihlah Iqtishodiyah (Rihlah Ekonomi). Kegiatan yang ditujukan bagi santriwati kelas 6 TMI (setingkat akhir MA/SMA) ini dilaksanakan pada Senin–Selasa, 13–14 April 2026, bertempat di Aula Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Bogor.

Sebagai institusi yang berkomitmen pada pendidikan holistik, Darunnajah 2 Cipining menyadari bahwa bekal kemandirian finansial merupakan aspek krusial bagi santri sebelum melangkah ke jenjang pendidikan tinggi. Untuk itu, pihak pesantren menggandeng para pakar dari KOMISI (Komunitas Sales Indonesia) guna memberikan perspektif praktis mengenai dunia usaha dan strategi pemasaran modern.

Program ini dirancang secara intensif dalam dua sesi besar. Pada hari pertama, Ahmad Madani, yang merupakan Sekretaris Jenderal KOMISI sekaligus Juri Nasional LKS bidang Pemasaran Digital, membedah materi tentang Business Model Canvas (BMC). Sebagai alumni pesantren yang kini menjadi praktisi pemasaran, Madani menekankan pentingnya struktur dalam berbisnis.

"Santri harus memiliki peta jalan yang jelas saat memulai usaha. Dengan Business Model Canvas, mereka belajar mengidentifikasi siapa konsumen mereka, apa nilai unik produknya, dan bagaimana mengelola arus pendapatan. Di era kecerdasan buatan (AI), kreativitas yang terstruktur adalah modal utama agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tapi pemain di industri ekonomi kreatif," ujar Ahmad Madani.

Memasuki hari kedua, fokus beralih pada eksekusi ide. Ibu Kartikowati Djoharijah, S.S., perwakilan Pengurus KOMISI, bersama tim memaparkan materi bertajuk "Mengubah Ide Kreatif Menjadi Peluang Usaha". Sesi ini mengajak 250 peserta untuk melihat peluang di tengah tantangan masyarakat dan mengubahnya menjadi unit usaha yang memiliki nilai jual.




Wakil Pengasuh Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Ust. Ridho Makky, M.Pd., dalam keterangannya menyatakan bahwa Rihlah Iqtishodiyah adalah bagian dari komitmen pesantren dalam menjalankan peran sebagai pusat pemberdayaan umat.

"Kami ingin santriwati lulus dengan mentalitas tangan di atas. Melalui pembekalan dari para praktisi KOMISI, kami berharap mereka memiliki fondasi kemandirian ekonomi yang kuat. Pesantren tidak hanya mengajarkan cara beribadah secara spiritual, tetapi juga bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi ekonomi umat melalui perniagaan yang jujur dan profesional," jelas Ust. Ridho Makky.

Mengapa Rihlah Iqtishodiyah Relevan bagi Santri?
Bridging the Gap: Menghubungkan kurikulum pesantren dengan dinamika dunia kerja dan digital marketing terkini.

Kemandirian Finansial: Menanamkan jiwa entrepreneurship agar santri mampu berdaya secara ekonomi pasca-kelulusan.

Penyelarasan Nilai: Mengintegrasikan etika bisnis Islami dengan alat manajemen modern seperti BMC.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan pesantren bersifat dinamis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global tanpa meninggalkan akar nilai agama. (*)